
- Bila kita ingin menyampaikan suatu situasi
yang hangat,simpati… biarlah mata kita yang menunjukkkan perasaan itu. Pokoknya perasaan atau
emosi apa pun yang hendak kita sampaikan, dukunglah penyampaian
itu dengan bantuan mata kita. Termasuk ketika kita melakukan selling kepada orang
lain.
- Kita adalah manusia dengan kehangatan, simpati,
keinginan, keterusterangan, ketulusan dan sejumlah perasaan manusiawi
lainnya. Oleh sebab itu, biarlah mata kita ikut berbicara, mengungkapkan
kebenaran dan kejelasan makna yang terkandung dalam ucapan kita. Dimana saja
dan kapan saja kita
berbicara.
- Tatapan dan kontak mata sangat penting dalam suatu proses interaksi. Dengan
menatap mata mereka saat kita berbicara dengan prospekkan, berarti kita menunjukkan perhatian dan menghargai
mereka. Prospekkan kita
akan bebas berbicara dan merasa rileks. Ujung-ujungnya
krediblitas kita
akan semakin naik dan relasi kita akan terjalin dengan baik.
- Dalam melakukan kontak mata, kita harus gabungkan juga dengan
mendengar. Fokus pada pembicaraan yang dilakukan
oleh prospekkan kita.Berikan
komentar sedikit yang menyangatkan, hal itu menunjukkan bahwa kita mengikuti pembicaraan tersebut.
Dalam pembicaraan yang mengalir kita tidak boleh kehilangan kontrol.
Dalam arti,
harus ada keseimbangan antara fokus perhatian pada mata mereka dengan pikiran kita yang menyerap hal-hal penting yang
diucapkan prospekkan kita,
apakah problem mereka, hal apa saja yang menarik buat dia dll. Prosentase
acuan yang bisa anda pakai adalah sekitar 40% anda berinteraksi dalam suatu
pembicaraan dan 60% anda mendengarkan.
- Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah ajukan pertanyaan
menarik, bisa berupa hobby, keluarga atau apapun pembicaraan yang
akan dapat membuat prospekkan
anda menjadi rileks. Pada saat mereka menjawab, fokuskan
mata kita pada prospekkan
kita. Jangan terlalu bernafsu untuk menatap mereka karena Anda bisa membuat mereka
tidak nyaman, bahkan kita bisa dikira sedang berusaha menghipnotis. Rileks
dan selilingi tatapan dengan kedipan mata yang normal. Dan ambil jeda
pada saat kita berpikir untuk mengalihkan tatapan, tetapi tetap dengan bahasa tubuh yang menunjukkan kita
tidak mengubah perhatian, justru menunjukkan anda berusaha memahami
pembicaraan lawan bicara kita. Percayalah, prospekkan kita akan semakin bersemangat
untuk berbicara. Ikutlah tertawa dan tersenyum apabila ada hal-hal lucu yang mereka sampaikan.
- Kalau kita berbicara dengan lebih dari satu orang, kita harus pandai-pandai membagi perhatian dengan
semua yang hadir. Bila tidak semuanya memperhatikan kita, kita bisa mulai
dengan orang orang yang melakukan kontak mata dengan kita dulu. Kalau
pembicaraan itu mulai menarik perhatian mereka, dengan sendirinya satu
persatu akan mulai memperhatikan anda.
- Dengan melakukan kontak mata, berarti kita akan memberikan atensi penuh
kepada orang tersebut, sehingga komunikasi timbal balik akan berlangsung dengan lancar. Jika
demikian, maka tentunya penjualan bisa berjalan dengan baik, karena kita tahu
benar apa yang dibutuhkan oleh prospekkan.
|