Kamis, 27 Februari 2014

MAGIC TANPA MANTRA MELALUI MATA ANDA

  1. Bila kita ingin menyampaikan suatu situasi yang hangat,simpati… biarlah mata kita yang menunjukkkan perasaan itu. Pokoknya perasaan atau emosi apa pun yang hendak kita sampaikan, dukunglah penyampaian itu dengan bantuan mata kita. Termasuk ketika kita melakukan selling kepada orang lain.
  2. Kita adalah  manusia dengan kehangatan, simpati, keinginan, keterusterangan, ketulusan dan sejumlah perasaan manusiawi lainnya. Oleh sebab itu, biarlah mata kita ikut berbicara, mengungkapkan kebenaran dan kejelasan makna yang terkandung dalam ucapan kita. Dimana saja dan kapan saja kita berbicara.
  3. Tatapan dan kontak mata sangat penting dalam suatu proses interaksi. Dengan menatap mata mereka saat kita berbicara dengan prospekkan, berarti kita menunjukkan perhatian dan menghargai mereka. Prospekkan kita akan bebas berbicara dan merasa rileks. Ujung-ujungnya krediblitas kita akan semakin naik dan relasi kita akan terjalin dengan baik.
  4. Dalam melakukan kontak mata, kita harus gabungkan juga dengan mendengar. Fokus pada pembicaraan yang dilakukan oleh prospekkan kita.Berikan komentar sedikit yang menyangatkan, hal itu menunjukkan bahwa kita mengikuti pembicaraan tersebut. Dalam pembicaraan yang mengalir kita tidak boleh kehilangan kontrol. Dalam arti, harus ada keseimbangan antara fokus perhatian pada mata mereka dengan pikiran kita yang menyerap hal-hal penting yang diucapkan prospekkan kita, apakah problem mereka, hal apa saja yang menarik buat dia dll. Prosentase acuan yang bisa anda pakai adalah sekitar 40% anda berinteraksi dalam suatu pembicaraan dan 60% anda mendengarkan.
  5. Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah ajukan pertanyaan menarik, bisa berupa hobby, keluarga atau apapun pembicaraan yang akan dapat membuat prospekkan anda menjadi rileks. Pada saat mereka menjawab, fokuskan mata kita pada prospekkan kita. Jangan terlalu bernafsu untuk menatap mereka karena Anda bisa membuat mereka tidak nyaman, bahkan kita bisa dikira sedang berusaha menghipnotis. Rileks dan selilingi  tatapan dengan kedipan mata yang normal. Dan ambil jeda pada saat kita berpikir untuk mengalihkan tatapan, tetapi tetap dengan bahasa tubuh yang menunjukkan kita tidak mengubah perhatian, justru menunjukkan anda berusaha memahami pembicaraan lawan bicara kita. Percayalah, prospekkan kita akan semakin bersemangat untuk berbicara. Ikutlah tertawa dan tersenyum apabila ada hal-hal lucu yang mereka sampaikan.
  6. Kalau kita berbicara dengan lebih dari satu orang, kita harus pandai-pandai membagi perhatian dengan semua yang hadir. Bila tidak semuanya memperhatikan kita, kita bisa mulai dengan orang orang yang melakukan kontak mata dengan kita dulu. Kalau pembicaraan itu mulai menarik perhatian mereka, dengan sendirinya satu persatu akan mulai memperhatikan anda. 
  7. Dengan melakukan kontak mata, berarti kita akan memberikan atensi penuh kepada orang tersebut, sehingga komunikasi timbal balik  akan berlangsung dengan lancar. Jika demikian, maka tentunya penjualan bisa berjalan dengan baik, karena kita tahu benar apa yang dibutuhkan oleh prospekkan.