IKATAN GAIB
Samudra kerinduan terdalam sepasang kekasih
dilahirkan oleh hati yg kuat saling mencinta,
begitu kokohnya tautan cinta
hingga...
tak bisa dihalangi oleh apapun...
walau tak jua kunjung bersua di alam nyata
Doa cintanya berkata
"di alam fana,..ataukah nanti di alam baqa?"
rindu menggelegak tumbuh subur di alam bawah sadar
jauh menghunjam dalam qolbu
Tunggulah dulu..... ada saatnya cinta dan rindu kan bersatu ikatan gaib itu biarlah semakin kuat membelenggu.
Tunggulah dulu..... ada saatnya cinta dan rindu kan bersatu ikatan gaib itu biarlah semakin kuat membelenggu.
-Tri Cahyani-
Sebuah puisi di bawah ini adalah kiriman dari Ibu Citra az-Zahra:
Ku Bersimpuh
Dimalam yang sunyi
bertemankan sepi
angin malam berhembus menusuk tulang nadiku
kubasuh mukaku
ku berwudhu.
lalu..
ku bersimpuh dihadapanMu..
wahai Tuhan penciptaku..
bertumpuk sudah dosa-dosaku
ku memohon ampunanMu...
Atas segala ni'matMu
aku bersyukur
wahai Allah tempatku memohon...mengadu...mengeluh..
ku memohon belas kasihMu
----ooo----
Di bawah ini adalah puisi dari Ibu Caisa Wawa
Puisi 'kerinduan yang dalam kepada Ibunya'
BUNDA
Sedang apa malam ini Bunda?
Apakah kau tahu anakmu sedang meratap?
Menunggu doa yang belum terjawab..
Ada pilu...yang akhirnya menguatkan langkahku
Sudah terlelapkah kau Bunda?
Di kala anakmu berderai air mata,
leher tercekat,
kelu tangis tertahan bungkam,
karena suara ini bisa memecahkan keheningan malam
Malam telah larut..
mestinya aku sudah terlelap..
tapi.. mata ini terpejam tak bisa membawaku menuju mimpi!
Aku ingin mimpikan Bunda..
yang menyuapi bubur di kala bayi..
meninabobokan di kala malam
Kenapa semua itu tidak kau lakukan lagi...Bunda?
Dikala anakmu tak pernah lagi terlelap
.Pwt 6 Peb 2014
Karya Caissa Wawa






.jpg)



