Contoh Produk 1

Deskripsi Produk

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan 6 April 2014

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan 6 April 2014

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan 6 April 2014

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan 6 April 2014

Senin, 31 Maret 2014

BIDADARI BERCADAR HITAM


Bidadari Bercadar Hitam

“Dadah Mamah..,dadah Mamah….Sampai jumpa lagi ….”celotehan  Rama anakku dengan gaya yang lucu dan menggemaskan
”Mamah kesininya lagi kapan?” Pertanyaan yang membuatku luluh lantak,hatiku menjerit,belum juga aku menghilang dari pandangan matanya dia sudah berharap bersamaku lagi.
“Jangan pisahkan aku dan anakku Tuhan, aku mohon…”.
Aku manangis tertahan,kurasakan nyeri didada.Sesak nafas ini,dibalik kaca mata ada sedikit air mata yang mengalir.Hidung bereaksi dan mulut terasa kelu.Lengkap rasa  ini.Desahan nafasku lirih dan teratur agar semua nampak baik baik saja.
Di sebelahku, dengan jarak satu tempat duduk yang kosong,seorang perempuan dengan cadar hitam.Semua tertutup rapat, sehingga aku hanya mengangguk dan kami tidak bertegur sapa.Separoh perjalanan, travel berhenti di rumah makan,memberi kesempatan kepada penumpang untuk isoma.Karena tempat dudukku dekat dengan pintu, aku turun tanpa permisi.Ketika aku naik lagi, ternyata perempuan itu masih tetap ditempatnya.Kami terdiam, kemudian  perempuan itu membuka cadarnya.
                “Woow…Ibu cantik sekali…”kataku jujur dan spontan.Perempuan keturunan  Arab itu tersenyum.Seorang perempuan paruh baya yang sangat cantik.Walaupun senja hari,hanya disinari  lampu yang sangat terbatas,aku bisa melihat perempuan itu berkulit putih bersih,hidung mancung,wajah lembut keibuan.Jangan - jangan bidadari!Aku amati , tidak ada sayap, tidak juga tongkat ajaib,perempuan itu menawariku permen jahe.Ups, emang ada bidadari makan permen!Permen jahe lagi…hihihi…
                “Kenapa tadi mbak  menangis?”Aku terkejut, memandangnya ,menatap bola matanya.kemudian aku  tersenyum walaupun senyum yang dipaksakan.
                “Saya sedih karena meninggalkan anak saya”.
                “Kenapa sedih, anak mbak sehat ,pandai melucu dan ceria…”Rupanya perempuan ini memperhatikanku sejak awal.
                “Kenapa anak mbak ditinggal ?”
                “Karena suatu hal,saya menitipkan anak saya kepada orang tua . Ibu macam apa saya ini?” Aku terisak, tangis yang tadi tertahan pecah juga.
                “Kelas berapa?”
                "Kelas dua SD” Aku mengusap air mataku.
                “Mbak masih bisa menengoknya?
                “ Ya ,tapi tidak  setiap saat”
                “Mbak masih bisa mendengar suaranya?”
                “Ya,setiap hari saya telpon”.
                “Mbak masih bisa menengoknya, memeluknya, mendengar suaranya…,harusnya itu disyukuri”
Perempuan cantik itu menggeser badannya ,memandang kearahku, terjadi kontak mata diantara kami.
                “Saya tidak punya anak” katanya mengawali pembicaraan yang lebih intens.
                “Mungkin belum Ibu…” kataku berusaha menghibur.
”Dua kali saya mengangkat anak,tapi dua kali pula anak saya diambil oleh orang tua kandungnya.”Perempuan itu mengatakan dengan sangat tenang. Nada suaranya sama sekali tidak bergetar.
                “Kenapa tidak diadopsi?”
                “Suami saya tidak mau dengan alasan , bin atau binti nya”
                “Owh…”
                “Anakku diambil saat sekolah,dan sejak itu saya tidak diperbolehkan lagi untuk bertemu.Bahkan menelpon juga tidak boleh.Terakhir saya mendengar jerit tangis anak saya sebelum telpon ditutup.Saya sempat depresi “.Sempat?Berarti sekarang tidak lagi?
                “Owh…”
                “Untung suami saya orang yang sangat perngertian dan penuh kasih sayang,sehingga semua bisa kami lewati dengan baik baik saja.Aku tidak bisa berkata apa –apa,hanya amemandangnya dengan  penuh rasa simpati.
                “Mbak masih beruntung, bersyukurlah walaupun itu menyedihkan.Penderitaan mbak belum seberapa”.Aku mengangguk .Perempuan itu menutup wajahnya kembali  dengan cadar hitam.
                “Sekarang saya hidup bertiga , merawat ibu mertua yang tidak mencintai saya” Owh…leherku kembali tercekat.Sesaat kami terdiam.Tidak berapa lama kemudian perempun itu turun.Terlihat suaminya sudah menunggu,jarak usia mereka terpaut jauh. Setelah mencium tangan dan sang suami membalas dengan mengusap kepala istrinya,mereka menghilang dari pandangan karena travel melanjutkan perjalanan.
                Senja semakin larut,aku tersenyum walaupun rasa pilu masih menyelimuti .Terimakasih bidadari bercadar hitam…
Purwokerto, Dini hari 12 Maret 2014
Caissa Wawa

SABAR



----------------------------------
Anne Ahira Newsletter
Think & Succeed!
----------------------------------

"Seseorang yang ahli dalam kesabaran
adalah ahli dalam segala hal" - George
Savile

Dear Juanda yang sabar,
Sebuah pepatah mengatakan Roma tidak
dibangun dalam sehari. Demikian juga
kesuksesan tidak dibangun secara
instan.  Apalagi jika itu adalah
sebuah kesuksesan jangka panjang.

Untuk mencapai sebuah tujuan
diperlukan kesabaran. Jika Anda ingin
sampai ke kantor atau rumah dengan
selamat, tentu Anda harus sabar
menghadapi kemacetan dan pengemudi
lain yang ugal-ugalan atau melanggar
lalu lintas. 

Demikian juga untuk menggapai
kesuksesan. Kesabaran adalah kunci
dan fondasi untuk membangun
kesuksesan. Jika Anda dicemoohkan
orang, mendapatkan penolakan,
menghadapi banyak rintangan atau
belum memperoleh hasil signifikan
dari kerja keras Anda selama ini,
bersabarlah.

Sebelum menjadi orang terkaya di
dunia versi majalah Forbes, Bill
Gates selama bertahun-tahun menerima
pendapatan dari software ciptaannya
hanya $2 per hari. Nilai yang lebih
rendah dari gaji seorang pegawai
rendahan sekalipun di Amerika. Tapi
Bill Gates tetap sabar dan yakin
dalam menjalankan bisnisnya.

Demikian juga J.K Rowling, penulis
laris buku Harry Potter yang sangat
mendunia. Sebelum sebuah penerbit
kecil di Inggris, Bloomsbury
menerbitkan novel Harry Potter, J.K
Rowling  menghadapi 12 kali penolakan
terhadap manuskripnya. Seandainya J.K
Rowling menyerah dan tidak sabar
dalam menghadapi 12 penolakan
tersebut, kita tidak pernah membaca
hasil karyanya menakjubkan itu dan ia
pun tidak sesukses seperti sekarang
ini.   

Juanda, jika Anda merasa sudah cukup
bersabar. Tambahkan lagi dosis sabar
Anda. Perbedaan antara kesuksesan dan
kegagalan adalah pada kesabaran dan
ketekunan. 

Jumat, 28 Maret 2014

mindset hebat


Ini rahasia bagaimana Mindset Anda mempengaruhi kesuksesan Anda di Network Marketing?

Kebenaran sejatinya adalah... Mindset mempengaruhi kita 100%, dalam hal apapun dalam hidup kita. Jadi seharusnya kita tidak bersaing dengan kekuatan di mana itu adalah tempat asalnya kita mulai mengukir sejarah kesuksesan kita.

Boleh-boleh saja kita mulai dengan mengenali apa latar belakang kita, atau tingkat pendidikan kita. Yang harus Anda pahami bahwa mindset adalah kemampuan Anda untuk benar-benar percaya kepada bayangan yang besar dan menghilangkan keraguan bahwa Anda mampu mencapai kebesaran.

Sebuah pola pikir yang “Tak Terhentikan” perlu menjadi fokus utama Anda, itu lebih dari sekedar meningkatkan keterampilan Anda, karena industri ini akan menghargai Anda atas penilaian pada harga diri Anda sendiri. Bisnis network marketing acapkali mudah di klaim sebagai bisnis yang:...

1. Biaya start up atau memulai yang sangat rendah,

2. Siapa pun dapat memulai bisnis mereka dengan segera,

3. Dongeng kesuksesan instan, dan...

Mungkin masih banyak yang Anda bisa tambahkan sendiri...

Hal ini sangat umum bagi orang-orang yang baru dan sebagian besar tidak menyadari bahwa kesuksesan itu memerlukan dedikasi dan komitmen untuk mengambil banyak waktu pada pendidikan yang menjadikan Anda sukses. Karena tidak pernah ada sukses yang terjadi dalam semalam.

Mindset melibatkan perasaan bertindak seolah-olah Anda tahu apa yang Anda lakukan dengan visi keberhasilan yang berada dekat dalam jangkauan Anda. Anda memegang kendali diri sehingga Anda pantas memenuhi impian Anda. Mungkin bisa membeli rumah, kendaraan, biaya pendidikan, atau pergi ke liburan impian Anda. Dan itu semua yang harus menjadi pengingat tentang mengapa Anda mendaftar di MLM pertama Anda.

Begitu banyak inspirasi dan cerita "peta menuju kekayaan" dibagikan untuk mengingatkan Anda bahwa Anda tidak sendirian dalam perjuangan Anda. Ada yang terlibat kasus peminjaman uang untuk memulai bisnis, ada yang bekerja siang dan malam, ada yang menangis, dan merasakan tuntutan untuk segera berhasil. Mereka yang berhasil membuat itu semua menjadi kenyataan adalah mereka yang mengatakan "Saya akan melakukan ini tidak peduli apapun diluar sana!" Sikap ini yang membuat Anda mampu bertahan dan menangani setiap tantangan.

Percaya pada kemampuan Anda dan keyakinan yang kuat kepada bisnis Anda sangat penting. Tetapi mengetahui keterampilan Anda dan keunikan Anda merupakan faktor kunci dalam menciptakan peta jalan yang stabil, kepercayaan diri, dan yang membantu Anda untuk tetap bergerak maju.

Ada saat-saat dalam hidup Anda ketika Anda hanya tahu itu adalah titik balik, bahwa Anda akan pergi ke luar dari zona nyaman Anda untuk mewujudkannya. Jika Anda berada di tepi jurang kefrustasian dan kecewa, dengan cara bagaimana Anda berpikir, itu akan berubah - Jangan Menyerah! Anda akan terkejut dengan apa yang Anda mampu capai, JIKA Anda meregangkan tingkat kenyamanan Anda. Berani membuat dan memiliki terobosan... Anda akan sangat terkesan dengan diri Anda sendiri!

Bagaimana Anda bisa membuat terobosan untuk menaikkan level bisnis Anda ke tingkat berikutnya?

Ya, ini adalah kemampuan untuk fokus pada prioritas dan keinginan mendalam untuk mewujudkannya, tidak peduli apapun yang terjadi. Anda harus menggali lebih jauh ke dalam diri Anda sendiri dengan memiliki sikap "Saya berkomitmen untuk bisnis saya 100%". Tidak ada alasan, tidak mengeluh, tidak malas, dan tidak mendengarkan mereka yang menentang, yang tidak memiliki ide seperti yang sering Anda bicarakan.

Semua yang kita bicaran tentang Mindset adalah yang membuat Anda tetap fokus, "menjaga mata Anda pada bola", sehingga Anda bisa menghidupkan impian Anda, dan menjadi makhluk kreatif yang pernah dilahirkan.

Ketika Anda percaya, Anda akan menerima... dan Anda akan menjadi apa yang Anda percaya, dengar dan jaga apa yang pikiran Anda katakan.
(raja)