Contoh Produk 1

Deskripsi Produk

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan 6 April 2014

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan 6 April 2014

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan 6 April 2014

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan 6 April 2014

Rabu, 02 April 2014

PENTINGNYA BERUBAH

Belajar dari NMR.1

"PENTINGNYA BERUBAH"

Ada seorang anak kecil yang di dalam pergaulannya dengan teman-teman lain agaknya tidak disukai karena ternyata dia kurang menjaga kebersihan tubuhnya, badannya kotor, selalu berkeringat dan bau.
Sebenarnya ini adalah masalah biasa, umum terjadi dan tidak membutuhkan satu penyelesaian yang rumit. Jika anak tadi mau lebih perhatian menjaga kebersihan tubuhnya, mandi dengan benar, gosok gigi dengan teratur, dsb, maka tentu saja dia tidak akan mengalami lagi penolakan dari teman-teman sepergaulannya.

Tetapi ternyata banyak orang yang berpikir sebaliknya, mereka berpikir dia yang benar, wajar saja kalau kotor-kotor sedikit, memang teman-temannya adalah orang yang cerewet-cerewet, sok bersih, dll.
Sehingga akhirnya dia tetap tidak mau berubah menjadi lebih bersih dan jika didalam kehidupannya dia membutuhkan teman maka nantinya dia akan mencari teman yang sama-sama kotor atau lebih kotor dari dia.

Itulah gambaran lengkap dari ulah manusia. Selalu ada positif dan negatif, plus dan minus. Perbedaan dari kedua perilaku diatas terletak pada kemauan untuk berubah.
Jika mengacu pada hukum sebab akibat, sebenarnya diterima atau tidaknya didalam pergaulan hanyalah sebuah akibat dari satu sebab yaitu badan yang kotor. Sehingga kalau kita berorientasi pada hasil (akibat) agar dapat diterima kembali didalam pergaulan maka caranya tinggal merubah sebab-nya yaitu mengganti kotor dengan kebersihan.

Didalam semua aspek kehidupan kita, semua sebab utama adalah diri kita sendiri, cara berpikir kita, sikap kita, perilaku kita dan semua kebiasaan kita. Sehingga apabila kita ingin merubah semua akibatdari perbuatan kita, hasil kerja kita, kemampuan kita, prestasi kita dan masa depan kita, jalan satu-satunya adalah memiliki kemauan untuk mengubah diri sendiri, kemauan untuk selalu belajar, kemauan untuk mengembangkan cara berpikir kita, kemauan untuk memperbaiki sikap, kemauan untuk meningkatkan perilaku positif.
Pendek kata kemauan untuk berubah.

Kesalahan terbesar manusia bagi kemajuan pribadinya terletak pada ketidakmauan manusia tadi untuk berubah.
Mereka keras kepala, merasa paling benar, malas belajar dan masalah-masalah lain yang terkait dengan apa yang disebut zona kenyamanan.
Zona kenyamanan (Comfort Zone) seseorang terbentuk karena akumulasi dari pola pikir, sikap dan perilaku yang bertumpuk membentuk satu kebiasaan.
Apabila sudah terbentuk satu kebiasaan maka untuk keluar dari kebiasaan tadi akan sangat sulit, orang merasa tidak nyaman untuk menjalankan perilaku diluar kebiasaan tadi.
Jika seseorang sudah terbiasa “tidak mandi” maka walaupun tidak diterima didalam pergaulannya pun, dia masih rela mempertahankan zona kenyamanan-nya untuk lebih baik mencari teman yang sama-sama kotor dan bau.

Keluar dari Zona kenyamanan adalah perkara besar didalam hidup seseorang.
Kebiasaan seseorang bisa kebiasaan baik, bisa juga kebiasaan buruk.
Itulah mengapa seseorang yang mempunyai kebiasaan baik hidupnya selalu beruntung, bahagia dan sukses dan orang yang mempunyai kebiasaan buruk hidupnya selalu bernasib sial, tidak bahagia dan gagal.

Sukses dan gagal merupakan tradisi.
Dan tradisi tersebut hanya merupakan akibat yang diwariskan dari satu kebiasaan, maka beruntunglah orang-orang yang mempunyai kebiasaan baik sehingga hidupnya mempunyai tradisi sukses.
Dan bagi orang-orang yang mempunyai tradisi gagal, tengoklah kembali kebiasaan-kebiasaan pribadi anda, cara berpikir, sikap dan perilaku anda. Segeralah keluar dari zona kenyamanan anda, jangan keras kepala, berubahlah !

Hidup ini adalah proses belajar. Selalu belajar, berubah dan beradaptasi dengan orientasi pada hasil adalah kunci keberhasilan.
Didalam dunia yang sangat cepat mengalami perubahaan, faktor kemauan berubah sangat memegang peranan penting bagi masa depan kita.
Bahkan di dalam manajemen perubahan dikenal bahwa cara yang membawa keberhasilan kita hari ini akan menjadi cara kuno yang basi pada tahun atau bulan depan.

Berubahlah terus menuju keberhasilan!



Selasa, 01 April 2014

SARINGAN TIGA KALI


Saringan Tiga Kali
Jaman Yunani kuno, Dr. Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi. Seorang filsuf.
Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?"
"Tunggu sebentar," jawab Dr. Socrates. "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali."
"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut.
"Betul," lanjut Dr. Socrates.
"Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali."
"Saringan yang pertama adalah KEBENARAN. Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah benar?"
"Tidak," kata pria tersebut,"sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda".
"Baiklah," kata Socrates. "Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak. Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu: KEBAIKAN."
"Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?"
"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk," jawab pria tersebut.
"Jadi," lanjut Socrates, "anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar. Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, yaitu: KEGUNAAN."
"Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?"
"Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut.
"Kalau begitu," simpul Dr. Socrates, "Jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya... tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya?"
Kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang ibarat sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah. Keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali.
Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.